Marketing, Travel

Influencer Marketing Jadi Strategi Pemasaran Kemenparekraf Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Bali

Saat ini pemasaran digital atau yang lebih dikenal sebagai digital marketing menjadi strategi pemasaran yang paling banyak diminati. Konsumen cenderung melakukan riset di pencarian online sebelum memutuskan membeli produk.

Dari sejumlah teknik pemasaran digital, influencer marketing juga termasuk sebagai metode promosi yang dianggap efektif. Teknik ini melibatkan jasa influencer untuk mempromosikan suatu bisnis melalui social media. Instagram, Facebook, Youtube, Twitter dan sebagainya menjadi tempat berkumpulnya para influencer.

Sekilas mengenai profesi ini, influencer adalah mereka yang memiliki pengaruh besar untuk mendapatkan perhatian audiens. Para influencer biasa berasal dari kalangan selebritis, blogger, selebgram, youtuber, dan siapa pun yang memiliki keahlian menyajikan konten populer di platform media sosial.

Menggunakan jasa influencer menjadi strategi yang tengah diminati para pelaku usaha. (Ilustrasi: Yuni Alista – Sunmedia)

Mereka selalu menjadi pusat perhatian audiens, apa yang mereka lontarkan di sosmed, busana yang mereka kenakan, atau hoby yang mereka jalankan berhasil menjadi inspirasi banyak pengguna sosmed. Maka tak heran setiap konten Instagram misalnya, bisa mengundang interaksi dan digandrungi para followernya.

Metode marketing ini semakin populer beberapa tahun belakangan. Influencer marketing terbukti ampuh membangun brand awareness dan loyalitas konsumen terhadap suatu bisnis. Seorang selebgram atau youtuber bahkan mampu mendapatkan penghasilan yang fantastis hanya dari konten yang mereka sajikan di social media.

Strategi ini rupanya dijalankan juga oleh Kementerian Pariwista dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kementerian yang kini dipimpin oleh mantan bos media NET TV, Wishnutama Kasubandio itu menerapkan beragam strategi untuk menarik minat wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke destinasi wisata di Indonesia.

Ulun Danu Beratan menjadi satu di antara destinasi wisata Instagramable di Pulau Dewata Bali. (Foto: Biro Humas Kemenparekraf)

Kali ini, Kamenparekraf mengincar wisman asal negara tetangga Vietnam untuk datang ke Indonesia. Untuk itu Kemenparekraf menggandeng sejumlah influencer dan jurnalis asal Vietnam menperkenalkan wisata Familiarization Trip (Famtrip) ke Bali.

Bukannya tanpa alasan, rupanya Famtrip ini digelar setelah dibukanya rute penerbangan baru Ho Chi Minh City – Denpasar oleh maskapai Vietjet Air pada 29 Mei lalu. Pembukaan rute ini juga menjadi tindak lanjut atas pelaksanaan Festival Wonderful Indonesia di Ho Chi Minh City pada bulan Juni lalu.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani menilai strategi influencer marketing ini dilakukan untuk merealisasi target kunjungan wisman asal Vietnam. Tahun ini, Kemenparekraf menargetkan 100 ribu wisman Vietnam berkunjung ke Indonesia.

“Program ini terus berjalan agar target tersebut terealisasi hinga penghujung tahun,” ujar Rizki melalui keterangan tertulis yang diterima Sunmedia Digital Marketing Bali.

Alasan lainnya mengundang para influencer Vietnam ini, kata Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenparekraf, Dessy Ruhati, karena Kemenparekraf bekerjasama dengan KBRI Hanoi dan Majalah Travellive Vietnam. Tahun ini, sebanyak 10 Travel Blogger, selebgram, fotografer, dan jurnalis asal Vietnam melakukan famtrip ke Bali.

Terlebih majalah Travellive menjadi referensi wisata utama di Vietnam. Memasukkan konten pariwisata Bali pada majalah tersebut dinilai akan berdampak positif untuk mempromosikan Bali ke negara Asia Tenggara. Disamping untuk menciptakan tren famtrip sebagai atraksi wisata di Pulau Dewata.

“Famtrip ini mengusung tema amazing tour Bali melalui kegiatan reality tour, interactive campaign, hingga publikasi media onlie dan offline,” ungkap Dessy.

Influencer asal Vietnam mengunjungi Garuda Wishnu Kencana (GWK) untuk mempolulerkan destinasi wisata di Bali. (Foto: Dok. Biro Humas Kemenparekraf)

Destinasi yang dipilih dalam tour ini antara lain hiking di Gunung Batur, atraksi Bali Swing, menjelajahi Tegalalang Terrace, sampai mencoba watersport di Tanjung Benoa.

Selain Vietnam, Kemenparekraf juga mengajak pelaku industri travel asal Arab Saudi berkunjung ke Malang dan Bali. Tour yang dikemas melalui Famtrip agaknya bakal dijandikan andalan untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Famtrip ini bakal digelar pada 25 Oktober hingga 2 November. Kegiatan wisata ini digelar sebagai tindak lanjut program Sales Call Arab Saudi yang dilaksanakan pada awal Oktober lalu.

“Setelah kita melakukan sales call kepada wholesaler, mereka langsung diajak merasakan sendiri destinasi wisata di Indonesia. Harapannya, kegiatan ini membuat wholesaler menawarkan paket wisata kepada calon wisman asal Arab Saudi,” jelas Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional III Kemenparekraf R. Sigit Witjaksono.

Menurut Sigit, minat wisman Arab Saudi mengunjungi Indonesia terbilang tinggi. Selama ini wisman Arab dikenal gemar berkunjung ke Jakarta, Bogor, dan Bandung. Dibukanya famtrip ke Bali dan Malang, akan memberi referensi wisata baru kepada calon wisatawan asal Arab Saudi.

“Bali merupakan destinasi yang cocok bagi wisatawan Arab Saudi, karena memiliki pantai yang indah, juga daerah Ubud yang sejuk. Malang juga menjadi destinasi baru yang terus dipromosikan. Malang memiliki banyak theme park yang disukai oleh wisatawan yang mengajak keluarga,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekrag, Nia Niscaya.

Lantas apa keuntungan yang diperoleh Kemenparekraf setelah melibatkan influencer dalam mempromosikan destinasi wisata di Indonesia?

  • Mempengaruhi Perilaku Konsumen.

Tak bisa dipungkiri bahwa pemasaran konvensional melalui brosul, koran, radio dan sejenisnya sudah mulai ditinggalkan para pelaku bisnis. Menurut data yang dirilis Gushclod, jumlah belanja iklan di kawasan Asia Pasifik mengalami peningkatan yang signifikan.

Di Indonesia sendiri, total belanja iklan sejak tahun 2014 lalu ditaksir mencapai 0,53 milliar dollar Amerika Serikat. Tahun 2019 ini, belanja iklan di Indoesia diprediksi mengalam peningkatan menjadi 4 miliar dollar AS.

Influncer dinilai efektif dalam mempengaruhi perilaku konsumen untuk menentukan pembelian produk berupa barang maupun jasa. Media sosial terbukti ampuh menjadi sarana berjualan. Data Gushcloud menyebutkan bahwa tingkat konversi pembelian dari media sosial terbilang tinggi.

Sebanyak 31 persen pengguna media sosial berniat mencari produk yang ingin dibeli. Dan sebanyak 56 persen pengguna sosmed yang mengikuti akun perusahaan berniat untuk membeli produk.

Terlebih biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan jasa mereka relatif terjangkau dibandingkan memasarkan produk di koran maupun televisi. Jasa promosi yang ditawarkan Selebgram misalnya berkisar mulai Rp. 100 ribu an. Sementara Youtuber berkisar mulai Rp. 500 ribu an.

Jauh lebih murah dibandingkan memasarkan produk di koran yang bisa mencapai Rp. 20 juta jika produk tersebut terpampang di halaman utama.

  • Meningkatkan Loyalitas Konsumen

Manfaat lainnya yang ditawarkan influencer marketing adalah lebih efektif dalam meningkatkan kepercayaan konsumen. Pelaku bisnis lebih leluasa menentukan target konsumen yang dilihat dari data followers yang mengikuti seorang influencer.

Tingkat kepercayaan konsumen juga berdampak pada reputasi sebuah bisnis. Seorang influencer profesional bisa membantu menentukan tema konten yang disesuikan dengan produk yang disajikan. Mereka bahkan bersedia menjalin komunikasi dan berinteraksi dengan para konsumen.

  • Menghasilkan ROI

Studi dari Bloglovin menyebutkan bahwa 54 persen pelaku usaha yang menggunakan strategi influencer marketing bertujuan untuk meningkatkan traffic ke website mereka. 67 persen lainnya menilai strategi ini sangat efektif dalam membantu promosi yang sesuai target.

Sementara itu, studi ini juga menyebutkan bahwa 76 persen pelaku digital marketing menggunakan influencer untuk meningkatkan brand awareness. Seorang influencer profesional bisa menggiring persepsi konsumen untuk menyukai sebuah produk yang ditawarkan. Sehingga biaya yang dikeluarkan sebuah bisnis untuk menggunakan mereka akan terbalas lewat keuntungan yang berkalilipat.

Editor: Rizaldi Abror

 

 

 

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *